Peran Guru dalam Pengelolaan Lingkungan Emosional Siswa: Studi Fenomenologi dengan Pendekatan Teori Emosi Daniel Goleman

Authors

  • Putri Nurina Institut Daarul Qur’an Jakarta
  • Desi Setiyadi Institut Daarul Qur'an Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61227/arji.v7i4.587

Keywords:

pengelolaan emosional guru, kecerdasan emosional, fenomenologi, pendidikan dasar, Daniel Goleman

Abstract

Fenomena meningkatnya kompleksitas emosi di ruang kelas menuntut guru memiliki kemampuan pengelolaan emosional yang lebih adaptif dan reflektif. Dalam konteks pendidikan dasar, guru berperan penting sebagai penjaga keseimbangan psikologis yang menentukan suasana belajar siswa. Namun, kenyataannya banyak guru menghadapi tekanan emosional akibat tuntutan administratif, ekspektasi sosial, dan dinamika perilaku siswa yang beragam. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi dan pengalaman guru dalam mengelola lingkungan emosional siswa melalui perspektif teori kecerdasan emosional Daniel Goleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, karena berfokus pada pemaknaan pengalaman hidup (lived experience) guru yang bersifat subjektif dan kontekstual. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada tiga sekolah dasar negeri yaitu SDN 1 BNG, SDN 1 PAP, dan SDN 2 PAP. Partisipan terdiri atas tiga guru kelas sebagai subjek utama dan tiga kepala sekolah sebagai informan triangulasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta catatan reflektif guru, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah, jurnal kegiatan pembelajaran, serta literatur ilmiah terkini (2021–2025) terkait pembelajaran sosial-emosional. Analisis data dilakukan secara manual dengan pendekatan fenomenologis Moustakas melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan makna, dan sintesis esensi pengalaman untuk menemukan inti fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun suasana emosional positif melalui strategi seperti komunikasi empatik, penggunaan humor, refleksi spiritual, dan regulasi diri sebelum mengajar. Tantangan utama yang dihadapi mencakup kelelahan empatik, ketegangan peran, serta minimnya dukungan kelembagaan terhadap kesejahteraan emosional guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan emosional di sekolah dasar bukan sekadar keterampilan profesional, melainkan praktik kemanusiaan yang memadukan kesadaran diri, empati sosial, dan keseimbangan batin. Guru tidak hanya menjadi pengajar pengetahuan, tetapi juga fasilitator emosi yang menumbuhkan ruang belajar penuh makna dan berjiwa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, M. Z., Wiantina, N. A., & Setiyadi, D. (2024). Pengembangan Kualitas Kompetensi Kognitif Siswa Melalui Assesment Profiling Gaya Belajar Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Dan Kemasyarakatan, 8(1), 54–64.

Amri, E. (2025). Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional Berdasarkan Kerangka CASEL di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tuntas, 3(2), 55–60.

Antonopoulou, H. (2024). The value of emotional intelligence: Self-awareness, self-regulation, motivation, and empathy as key components. Technium Education and Humanities, 8, 78–92.

Baumsteiger, R., Hoffmann, J. D., Castillo-Gualda, R., & Brackett, M. A. (2022). Enhancing school climate through social and emotional learning: effects of RULER in Mexican secondary schools. Learning Environments Research, 25(2), 465–483.

Bilqis, A., Riyadi, A. R., & Maulidah, N. (2025). Strategi Pengelolaan Kelas Berdasarkan Kompetensi Sosial Emosional Guru. Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(1), 1–11.

Brosch, T. (2025). From individual to collective climate emotions and actions: a review. Current Opinion in Behavioral Sciences, 61, 101466.

Caniago, S. S., Pasaribu, M., & Pohan, S. (2025). The Role of Teachers in Schools in Fostering Social Relationships of Students. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 14(2), 479–492.

Darling-Hammond, S., & Fronius, T. (2022). Restorative practices in schools. Handbook of Classroom Management, 54–73.

Dewi, S. N., & Lubis, S. A. (2024). Peran guru bimbingan konseling dalam mengatasi emosi negatif anak broken home dengan teknik modelling dan konseling Islami. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(1), 19–27.

Dragnić-Cindrić, D., Lobczowski, N. G., Greene, J. A., & Murphy, P. K. (2024). Exploring the teacher’s role in discourse and social regulation of learning: Insights from collaborative sessions in high-school physics classrooms. Cognition and Instruction, 42(1), 92–123.

Ekanata, B. A., Dahlia, F., & Setiyadi, D. (2025). Penerapan konseling Islami berbasis teori Imam Al--Ghazali dalam meningkatkan makna hidup generasi Z. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 15(1), 15–28.

Fitriani, I., Alwi, N., Syam, S., & others. (2025). Urgensi Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Pada Jenjang Sekolah Dasar: Tinjauan Teoritis dan Implikasinya Dalam Praktik Pendidikan. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(4), 11.

Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bloomsburry.

Hamimah, H., Hilmi, L., Akmal, A. U., Kenedi, A. K., & Arwin, A. (2022). Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Buku Cerita Elektronik Berbasis Etno-Sosial. Majalah Ilmiah UPI YPTK, 85–90.

Hasanah, N., Darwisa, D., & Zuhriyah, I. A. (2023). Analisis Strategi Guru Dalam Mengembangkan Ranah Afektif Peserta Didik Di Sekolah Dasar. Academy of Education Journal, 14(2), 635–648.

Herdian, H., & Listiana, A. (2024). Implementasi Psikologi inklusif dalam Pengembangan Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 7(2), 636.

Ibrahim, R. K., Al Sabbah, S., Al-Jarrah, M., Senior, J., Almomani, J. A., Darwish, A., Albannay, F., & Al Naimat, A. (2024). The mediating effect of digital literacy and self-regulation on the relationship between emotional intelligence and academic stress among university students: a cross-sectional study. BMC Medical Education, 24(1), 1309.

Indrayanti, N. K. S., Widnyani, W. A., & Susiani, K. (2025). Integrasi pendidikan sosial emosional untuk kesadaran lingkungan anak di sekolah dasar. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 10(1), 51–55.

Joko, M. S. (2025). Kesiapan Guru dalam Mengintegrasikan Pendidikan Karakter dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 1(1), 62–75.

Lustick, H. (2022). Schoolwide critical restorative justice. Journal of Peace Education, 19(1), 1–24.

Mérida-López, S., & Extremera, N. (2022). Student aggression against teachers, stress, and emotional intelligence as predictors of withdrawal intentions among secondary school teachers. Anxiety, Stress, & Coping, 35(3), 365–378.

Mohzana, M., Ulimaz, A., Fuadi, T. M., Rofi’i, A., Hukubun, Y., & Putra, A. P. (2024). Meningkatkan Komitmen Kerja Guru: Analisis Peran Motivasi Intrinsik Dan Emotional Intelligence: Improving Teachers’ Work Commitment: Analysis of the Role of Intrinsic Motivation and Emotional Intelligence. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(03), 1709–1715.

Mudrikallistanto, A., Wiantina, N. A., & Setiyadi, D. (2024). Akseptabilitas Orangtua Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus: Tinjauan Pengalaman dan Strategi Pemenuhan Kebutuhan Khusus. Indonesian Journal of Educational Counseling, 8(2), 208–216.

Murtiningsih, D. R. (2025). Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tuntas, 3(1), 12–16.

Muzeliati, M., Firdaus, M., & Sumianto, S. (2025). Kerinduan pada Sosok Pendidik: Upaya Membangun Relasi Edukatif yang Otentik. Indonesian Research Journal on Education, 5(4), 103–113.

Noris, M., Saputro, S., & Muzzazinah. (2023). The development of problem based learning-based virtual laboratory media to improve critical thinking ability of junior high school students. AIP Conference Proceedings. https://doi.org/10.1063/5.0147995

Nurjanah, S., Muttaqin, M. F., & Setiyadi, D. (2024). Strategi Guru Dalam Meminimalisir Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Kelas V SDN 01 Taringgul Tonggoh. Elementary School Journal Pgsd Fip Unimed, 14(2), 145–152.

Nurvahana, N. (2025). Strategi Efektif Mengintegrasikan Pembelajaran Sosial Emosional dalam Pembelajaran Abad Ke-21. Jurnal Pendidikan Tuntas, 3(2), 70–75.

Permatasari, S. J. (2025). Membangun Koneksi Sosial dan Emosional pada Anak Usia Dini. Jurnal Kajian Pendidikan Dan Cakrawala Pembelajaran, 1(2), 70–82.

Prilianto, F., Ariska, M., Sukmara, G. F., & others. (2024). Kecerdasan Emosional Sebagai Katalisator Peningkatan Prestasi Akademik dan Kecakapan Sosial di Era Digital. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(001 Des), 761–768.

Prisya, P. R., & Achmadi, H. (2024). Pengaruh Daya Tanggap, Kehandalan, Jaminan, Empati Dan Bukti Fisik Terhadap Kepuasan Pasien Bpjs Di Rumah Sakit Khusus Bedah Al-Ishaqiy. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 3819–3826.

Rabbani, A. M. A., & Darmiyanti, A. (2025). The Influence of Teacher Emotion Management on Classroom Climate and Student Motivation in an Islamic School Setting. At-Takwin: Journal of Islamic Education Studies, 1(1), 24–30.

Rahman, M. H., Bin Amin, M., Yusof, M. F., Islam, M. A., & Afrin, S. (2024). Influence of teachers’ emotional intelligence on students’ motivation for academic learning: an empirical study on university students of Bangladesh. Cogent Education, 11(1), 2327752.

Rohmashari, E. S., & Rahayu, D. W. (2024). Hubungan Kemampuan Mengelola Emosi dengan Motivasi Belajar pada Siswa di Sekolah Dasar Negeri Komplek Kenjeran II 506 Surabaya. Indonesian Research Journal on Education, 4(3), 901–907.

Saepudin, A., & Rohmatillah, N. (2025). Peran Guru dalam Membangun Subjective Well-Being Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Kuningan, 6(1), 24–31.

Sasere, O. B., & Matashu, M. (2025). The direct and cascading impacts of school leaders’ emotional intelligence on teachers and students: A systematic review. Education Sciences, 15(9), 1168.

Setiyadi, D., Handoyo, E., & Waluyo, E. (2025). Sekolah Ramah Anak dan Transformasi Budaya Sekolah: Perspektif Hak Anak dalam Pendidikan Dasar. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 7(2), 500–517.

Sudarmawan, L., Mujiyanto, M., & Yadnyawati, I. A. (2023). Pengaruh iklim belajar dan kecerdasan emosional (eq) terhadap prestasi belajar pada nilai akademik siswa beragama buddha. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, Dan Agama, 9(2), 73–84.

Suryanto, S., Hermatasiyah, N., & Setiyadi, D. (2024). Pemahaman Konsep Kesehatan Jiwa Menurut Hamka dengan Layanan Bimbingan Klasikal pada SMA Daarul Qur’an. JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 9(1), 34–45.

Syifana, M., & Darmiyanti, A. (2024). Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Kesehatan Mental Peserta Didik Pasca Pandemi. Jurnal Pendidikan Jarak Jauh, 1(3), 7.

Tran, A., Greenaway, K. H., Kostopoulos, J., Tamir, M., Gutentag, T., & Kalokerinos, E. K. (2024). Does interpersonal emotion regulation effort pay off? Emotion, 24(2), 345.

Wulandari, N., Hermatasiyah, N., & Setiyadi, D. (2025). Konseling kelompok teknik cognitive behavior therapy dalam mengelola stres akademik santri beasiswa di pesantren. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 8(1), 23–37.

Zhang, X., Yue, H., Sun, J., Liu, M., Li, C., & Bao, H. (2022). Regulatory emotional self-efficacy and psychological distress among medical students: multiple mediating roles of interpersonal adaptation and self-acceptance. BMC Medical Education, 22(1), 283.

Additional Files

Published

2025-11-20

How to Cite

Nurina, P., & Setiyadi, D. (2025). Peran Guru dalam Pengelolaan Lingkungan Emosional Siswa: Studi Fenomenologi dengan Pendekatan Teori Emosi Daniel Goleman. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 7(4), 3229– 3251. https://doi.org/10.61227/arji.v7i4.587

Similar Articles

<< < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.